Radio Komunitas BBM FM, Temukan, Kembangkan, Tingkatkan Kualitas Monitornya

 

radio BBM - sri wisnu

 

19/05/2006 10:58

Pernah membayangkan suara kita masuk ke dalam radio sebagai penyiar? Atau mengelola radio sendiri? Ini bisa kita rasakan jika kita bergabung dengan radio komunitas BBM FM, Balai Budaya Minomartani.

radio bbm - sri wisnuRadio BBM sebenarnya sudah ada sejak tahun 1998, dengan nama radio Suket Teki. Namun baru pada tahun 2002 radio ini mengubah namanya dan menggunakan nama BBM FM. Sesuai kepanjangannya, sebenarnya Radio BBM merupakan pengembangan dari Balai Budaya Minomartani yang bertujuan memberikan media bagi masyarakat sekitar. Sifatnya yang berupa pelayanan tidak memungkinkan BBM FM dan Balai Budaya Minomartani untuk menyiarkan iklan ataupun menarik bayaran atas penggunaan tempat. Semua gratis untuk masyarakat. Bahkan jika ada warga yang ingin menyewa lahan Balai Budaya Minomartani untuk pernikahan pun bisa dipinjamkan dengan biaya sewa yang sangat murah.

Komunitas yang ini membuka peluang semua warga, baik warga sekitar maupun warga manapun untuk berpartisipasi. Jargonnya yang berbunyi “Mempertemukan, mengembangkan, meningkatkan kualitas warga” tersebut menunjukkan betapa komunitas ini sifatnya sangat cair. Namun walau mengusung nama Minomartani, Balai Budaya Minomartani tak memberikan kriteria khusus bagi mereka yang ingin bergabung, jadi tak harus warga yang tinggal di Minomartani saja. Hal menarik dari keberadaan BBM FM di tengah masyarakat adalah masyarakat jadi memiliki ruang berkumpul, yang seiring berjalannya waktu sudah mulai hilang di tengah kesibukan mereka.

BBM FM yang berbasis budaya tak hanya menyuguhkan acara budaya klasik sepertiRadio BBM - sri wisnu campursari atau acara berbahasa Jawa saja. Pada jam-jam tertentu anak-anak muda yang telah menjadi anggota komunitas ini bisa menyiarkan lagu-lagu pop seperti kebanyakan radio swasta lainnya. Jadi untuk anak muda tidak perlu takut untuk bergabung di komunitas ini. Salah satu acara unggulan BBM bernama Mbah Tromulur (Nambah Mitro Ketemu Sedulur). Acara ini ditujukan untuk menyatukan warga yang terpisah-pisah ke dalam satu ruang, yaitu acara Mbah Tromulur. Bahkan karena eratnya fungsi media ini bagi monitornya – sebutan bagi pendengarnya – acara Mbah Tromulur pernah berhasil menggagalkan pencurian sapi yang dialami salah satu warga sekitar daerah tersebut.

Radio yang terletak pada frekuensi 107,9 Khz ini mulai siaran pukul 18.00 WIB sampai 00.00 WIB. Dengan radius siaran 2,5 kilometer dan berkekuatan pancar 50 watt, Radio BBM mendapat dukungan penuh dari warga sekitar maupun warga budaya, yaitu warga luar yang sering menggunakan Balai Budaya Minomartani. “Mereka kalau datang untuk berkaraoke boleh, dari rumah melalui telepon juga boleh,” jelas Surowo Haryono selaku salah satu pendiri radio BBM tersebut.

Dengan semangat BBM FM yang sangat independen ini, para anggotanya bisa belajar di bidang radio maupun kebudayaan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Jadi jangan malu-malu untuk belajar bersama di Balai Budaya Minomartani yang terletak di Jl. Gurameh Raya, Komplek Balai Budaya Minomartani, dapat juga menghubungi langsung ke (0274-880821) atau menghubungi Bapak Surowo (0815-658-4459). (dit)

Sumber:

http://www.trulyjogja.com/index.php?action=news.detail&cat_id=9&news_id=550

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.