BBM, Fasilitasi Siaran Talkshow Musik Etnik

03/02/2006 13:31

radio bbm - sri wisnu

 

Selama 3 hari terhitung dari tanggal 1-3   Februari 2006, berlangsung workshop Talkshow Musik Etnik di radio   Komunitas Balai Budaya Minomartani (BBM). Kegiatan ini merupakan rangkaian   terakhir program fasilitasi siaran jurnalisme musik etnik oleh Ford   Foundation dan diikuti oleh 10 peserta yang juga merupakan kru dan monitor   atau pendengar radio BBM. Workshop melibatkan praktisi keradioan Errol   Jonathan dan etnomusikolog STSI Solo Aton Rustani Mulyana sebagai tim   fasilitasi.

Materi pelatihan terdiri dari tiga bagian   penting yaitu teknik wawancara, konsep talkshow radio dan paraktikum talkshow.   Setiap hari peserta yang dibagi dalam 3 tim melakukan praktek produksi model   talksow dengan narasumber warga komunitas setempat. Radio Balai Budaya   Minomartani tidak menemui kesulitan berarti dalam pencarian narasumber karena   memiliki banyak warga komunitas yang ahli dalam hal budaya Jawa.

Pemilihan narasumber pun tidak boleh   sembarangan. Narasumber harus memiliki keunikan dan sisi kompetensi dengan   ilmu yang bisa dibagikan kepada pendengar. Talkshow hari pertama menghadirkan   Pak Sugeng, warga minomartani yang piawai mencipta sekaligus menyanyi lagu   balada. Ki Sukisno, seorang composer, dalang dan arranger dihadirkan   sebagai tamu talkshow hari kedua. Sedangkan KRT. Susilo Bodrowono, sesepuh   desa Minomartani yang juga abdi dalem kraton berbicara tentang makna Bulan   Suro di talkshow terakhir.

Tujuan diadakannya workshop ini adalah   untuk melengkapi kompetensi radio BBM dibidang talkshow musik etnik setelah workshop   terdahulu yaitu feature. Selain itu kegiatan yang melibatkan   komunitas ini juga diharapkan agar radio BBM mampu membuat talkshow dengan   sudut pandang etnomusikologi dalam siaran talkshow musik etnik.

Berdasarkan data terakhir Jaringan Radio   Komunitas Yogyakarta terdapat 37 Radio komunitas di wilayah Daerah Istimewa   Yogyakarta, meskipun pada kenyataannya tidak semuanya aktif melakukan siaran.   Setidaknya, radio komunitas Balai Budaya Minomartani dapat menjadi model   percontohan bagi radio komunitas lain dalam keunggulan partisipasi komunitas   yang mendukung kontunitas siaran budaya tradisi. Radio komunitas dengan   prinsip partisipasi yang menjadi medium pembelajaran bagi masyarakat dan   sesama radio komunitas. (fit)

Sumber:

http://www.trulyjogja.com/index.php?action=news.detail&cat_id=11&news_id=357

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.