Yogya Gamelan Festival Meriah

 

gamelan bbm - sri wisnu

YOGYAKARTA, KOMPAS.com–Pergelaran “Yogya Gamelan Festival” ke-16 yang dipentaskan di “Concert Hall” Taman Budaya Yogyakarta, Kamis malam menyedot ratusan pengunjung yang memadati seluruh kursi dan setiap sudut ruangan.

Selain memadati gedung pementasan, para pengunjung juga memberikan aplus meriah setiap kali kelompok karawitan menyajikan komposisi gamelan.

Pentas diawali dengan penampilan kelompok karawitan anak-anak “Sanggar Karawitan Anak Sang Bumi” dari Balai Budaya, Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Sebanyak 30 anak-anak usia sekolah dasar asuhan Nanang Karbito SSn ini menampilkan tiga komposisi gamelan yakni “Burung dan Semut”, “Jurit Cilik” dan “Petani”.

Tepuk tangan ratusan penonton membahana setiap anak-anak ini selesai memainkan perangkat gamelan.

Sedangkan penampil ke dua menghadirkan Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dari Ndalem Pudjokusuman, Yogyakarta yang menampilkan satu komposisi “Cing Cong Hung”, komposisi ini merupakan penggabungan dari kreasi Jawa Barat, Banyumas, Yogyakarta dan Banyuwangi yang dipadukan dengan gerakan tari.

Pementasan ke empat menampilkan “Wong Yogya in collaboration with Makoto and Kumiko” yang merupakan perpaduan pengrawit (pemain gamelan) dari Yogyakarta dan Jepang.

Kelompok yang berjumlah 30 personel ini memainkan tiga komposisi yakni Rara Mendut, “Coming Home” dan “Story” yang semuanya merupakan karya “Wong Yogya”.

“Gamelan Lovers Yogya” menutup pementasan dengan menampilkan tiga komposisi yakni “Balungan Dayi Coteg”, “Gangsar” dan “Pelog Fantasi”.

“Sekitar 90 persen penampil dalam festival ini adalah generasi muda. Bahkan dari jumlah penonton juga didominasi generasi muda, bisa mencapai 80 persen dari tahun-tahun sebelumnya sekitar 40 persen,” kata Sesepuh “Komunitas Gayam 16” selaku penyelenggara “16th Yogyakarta Gamelan Festival” SP Joko SP Joko.

Ia mengatakan, sebanyak 11 kelompok akan memeriahkan festival gamelan yang dipusatkan di Taman Budaya Yogyakarta, 7 hingga 9 Juli yang dipertunjukkan mulai pukul 20.00 WIB.

“Melalui festival ini, diharapkan semakin mendekatkan antara generasi muda dan generasi yang lebih tua. Dan kami pun otimistis, estafet seni gamelan ini bisa dilakukan,” katanya.

Selain gamelan kontemporer, di dalam festival tersebut juga akan ditampilkan gamelan klasik seperti yang akan ditampilkan oleh Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa dan Mandi Laras yang akan menampilkan gamelan klasik khas Madura.

“Festival gamelan ini tidak hanya diikuti kelompok dari Yogyakarta namun juga diikuti peserta dari luar daerah seperti Ungaran, Solo dan Pamekasan, serta dari luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, dan Malaysia,” katanya.

Ia mengatakan, tema yang diusung pada Yogyakarta Gamelang Festival 2011 tersebut adalah “Therapy for Life” dengan maksud agar musik gamelan dapat menjadi sarana yang membantu manusia untuk memperbaiki hidup.

“Gamelan bisa menjadi terapi untuk menuntun manusia kembali ke kehidupan yang harmonis, dan tidak lagi dipandang sebagai alat musik, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan yang menggambarkan kebersamaan, kesabaran dan sopan santun,” katanya.

Sumber :

ANT

Editor :

Jodhi Yudono

 

Sumber:  http://travel.kompas.com/read/2011/07/08/04562539/Yogya.Gamelan.Festival.Meriah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.