” Jenang Sum Sum an ” di Balai Budaya Minomartani

 

sum sum - sri wisnu

Tanggal 11 Januari 2013 tiba-tiba ada pesan singkat masuk (sms) yang berwujud undangan untuk menghadiri Jenang Sum Sum an di Balai Budaya Minomartani malam minggu tanggal 12 Januari 2013. Dalam benak penulis acara Jenang Sum Sum untuk memperingati apa ya?

Akhirnya malam minggu sekitar pukul 20.00 WIB penulis berangkat menuju Joglo Balai Budaya Minomartani. Dan ternyata disana sudah terpampang beberapa tikar yang sudah digelar. Terlihat beberapa orang sedang menyiapkan makanan dan minuman. Tampak orang-orang berdatangan dan memarkirkan kendaraan kemudian segera duduk di tikar yang sudah disediakan.

Sekitar pukul  20.30 WIB, Sukisno membuka acara Jenang Sum Sum an. Ternyata acara ini adalah Pembubaran Panitia dan syukuran atas keberhasilan dan kesuksesan acara Parade Gamelan dalam rangka menyambut Tahun Baru 2013 di Balai Budaya Minomartani yang lalu. Dari semua undangan tampak panitia, monitor Rakom BBM Fm, dan perwakilan dari masing-masing grup pengisi acara.

Setelah dipimpin doa bersama oleh Sukisno, selanjutnya acara inti yaitu makan bersama Jenang Sum Sum dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Apa to Jenang Sum Sum itu? Dan mengapa ada acara Jenang Sum Sum an?

sum sum - sri wisnu

Jenang Sum Sum adalah makanan khas Jawa yang terdiri dari jenang/bubur olahan dari  tepung beras yang kemudian disiram dengan santan dan juruh ( sirup gula jawa). Makna yang terkandung dalam Jenang Sum Sum yaitu, warna putih merupakan lambang dari kebersihan hati, rasa manis dari juruh merupakan lambang  kesejahteraan, tekstur jenang/bubur yang kental dan lengket merupakan lambang dari persatuan dan kesatuan hidup antara manusia dengan Tuhan YME. Filosofi nya adalah para panitia yang telah bekerja keras menguras tenaga dan pikiran ini diberikan makanan bubur sumsum agar sumsum yang terpakai di dalam tubuhnya untuk beraktivitas segera dapat digantikan. Sehingga otot dan tulang bisa terisi kembali dengan sumsum dan bisa digunakan lagi untuk beraktivitas.

Semoga setelah kembalinya tenaga dari anggota pendukung  Balai Budaya Minomartani, bisa memunculkan lagi ide-ide kreatif dan berkarya dalam menghidupkan suasana persatuan dan kesatuan di Balai Budaya Minomartani.

(penulis: Anggara SW)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.